Tampilkan postingan dengan label Arkeologi Dunia. Tampilkan semua postingan
Sebuah negara pulau kecil di lepas pantai timur pulau Madagaskar bernama Mauritius (satellite view) ternyata tidak hanya menyimpan keeksotikan pantai dan pegunungannya saja.
Ternyata, negara pulau di Samudera Hindia ini juga diindikasikan menyimpan bukti-bukti kuno tentang sebuah benua yang hilang.
Berbeda dengan benua atau daratan yang sampai sekarang belum dapat dibuktikan dan tetap masih menjadi mitos seperti Atlantis, Lemuria dan lainnya, maka daratan kuno Mauritius ini memiliki bukti sains tentang keberadaannya.
mauritius
Seperti yang dilansir oleh NBC News (26/2/13), pantai yang mengelilingi Mauritius diduga menjadi saksi bisu tentang keberadaan sebuah benua yang pernah ada.
Hal ini terlihat dari adanya sebuah garis tipis berwarna putih dan tersebar mengelilingi seluruh pantai di sana.
Setelah diteliti, ternyata partikel putih tersebut berumur jauh lebih tua dari umur pulaunya sendiri.
Para peneliti memperkirakan bahwa pulau Mauritius sendiri masih berusia sekitar 8,9 juta tahun, sedangkan partikel putih ini sudah berusia minimal 660 juta tahun.
Para peneliti yang menemukan fakta ini menduga bahwa dulu pernah ada sebuah daratan sebesar benua yang dinamakan Mauritia.
Bahkan ukuran benua tersebut besarnya diperkirakan sebesar wilayah Samudera Hindia yang memisahkan antara India dan Afrika.
Artinya, daratan ini tidak sebesar sebuah benua namun tak pula sekecil sebuah pulau terbesar. Maka para peneliti menamakan ukuran daratan ini sebagai “benua kecil” ataumicro continent.
Hilangnya benua ini sendiri diduga karena adanya “kolom magma” yang mengisi kerak bumi.
Hal ini menyebabkan Mauritius menyembul ke atas permukaan dan menenggelamkan Mauritia yang mulai tertutup oleh air.
Hasil penelitian ini sendiri sudah ditulis dalam sebuah jurnal berjudul Nature Geoscience.
Kabarnya, para peneliti yang digawangi oleh Björn Jamtveit dari the University of Osloakan mencoba mengetahui secara dalam, apakah benar-benar ada bekas daratan sebesar itu di bawah Samudera Hindia. (NBC News/merdeka)
Sumber berita Rusia pernah memberitakan, bahwa sebuah peralatan mesin alumunium berusia 300 juta tahun telah ditemukan di wilayah Vladivostok. Beberapa ahli mengatakan temuan itu adalah rel bergigi yang tampaknya memang diproduksi dan bukan hasil proses alam.
Tak hanya itu, beberapa temuan serupa diyakini pernah ditemukan di wilayah berbeda dan menggambarkan beberapa peralatan, mungkin pada waktu itu menjadi kebutuhan atau mungkin semua itu terbawa meteorit jatuh ke Bumi.
Sampai saat ini masih belum bisa dipastikan asal-usul peralatan dan mesin tua itu, tapi semuanya ditemukan didalam sedimen batubara (yang pastinya terawetkan selama jutaan tahun).
Peralatan Dan Mesin Tua Dari Luar Bumi?
Yulia Zamanskaya seorang penduduk Vladivostok, ketika sedang menyalakan api di malam yang dingin, dia menemukan sebuah rel berbentuk logam tertimpa pada salah satu potongan batubara yang digunakan untuk memanaskan rumahnya.
Karena merasa aneh dengan penemuan itu, dia memutuskan untuk mencari bantuan kepada ilmuwan di wilayah Primorye.
Setelah benda logam dipelajari, ahli terkemuka terkejut ketika mengasumsikan temuan potongan mesin tersebut, potongan logam itu berusia 300 juta tahun dan mesin itu tidak diciptakan oleh alam tetapi lebih mirip dengan benda-benda yang diproduksi (khususnya pabrik).
Temuan ini seperti logam rel bergigi yang diciptakan secara artifisial, potongan logam seperti ini sering digunakan pada peralatan mikroskop, perangkat teknis dan elektronik.
roda gigi 300 juta tahun di RussiaPenemuan artefak aneh pada batubara mungkin relatif sering terjadi. Penemuan seperti ini pernah juga terjadi pada tahun 1851, ketika para pekerja di salah satu tambang Massachusetts mengekstraksi Vas perak-seng dari blok-blok atau potongan batu bara yang ditambang.
Diperkirakan artefak Vas berasal dari priode Cambrian sekitar 500 juta tahun yang lalu. Vas ini terbuat dari perak-seng dengan hiasan ukiran disekitarnya, lebih tepatnya perak halus berukir anggur. Diperkirakan usia vas ini berkisar 534 juta tahun.
Enam puluh satu tahun kemudian, ilmuwan Amerika dari Oklahoma juga menemukan sebuah panci besi yang berada didalam potongan batubara berusia 312 juta tahun.
Panci besi ditemukan oleh Frank Kennard seorang pekerja di pembangkit listrik Municiple, Oklahoma. Dia menemukan sepotong batu bara besar dan memecahkannya dengan palu, yang kemudian sebuah panci jatuh dari pecahan batubara itu. Dia memeriksa batubara yang berasal dari tambang Wilburton Oklahoma. Pada tanggal 27 November 1948, Frank menegaskan fakta-fakta penemuannya.
peralatan tua, panci besi, vas perak
Dan yang paling aneh adalah temuan di Rumania pada tahun 1934, artefak yang ditemukan pada tambang batu pasir usianya tidak kurang dari 1 juta tahun.
Bagian-bagian perangkat ini terbuat dari aluminium, bentuknya mirip seperti palu atau kaki pendukung pendaratan pesawat ruang angkasa ‘Viking’ dan ‘Apollo’.
Temuan ini berasal dari zona geografis yang luas didataran Tinggi Edwards, terutama terdiri dari batuan Kapur. Pada bulan Juni 1934, Max Hahn menemukan batu di samping air terjun diluar London.
Kepadatan besi menunjukkan interior logam sangat murni tanpa gelembung. Sementara industri modern saat ini tidak dapat secara konsisten menghasilkan produk besi dengan kualitas ini, sebagaimana hasil tes yang menunjukkan tanpa gelembung dan variasi kepadatan sekitar 10 persen berukuran kira-kira 1×1/2 inchi.
artifak palu-tua
Daerah putih dianggap logam yang paling padat, dan dan tetap bebas karat sejak artifact ditemukan. Bahkan kualitas besi sama atau melebihi kualitas dari setiap besi yang pernah ditemukan diproduksi dunia modern. Klorin yang dibuat dengan logam besi masih menjadi teka-teki membingungkan.
Apakah Anda yakin bahwa semua itu diproduksi manusia purba, atau priode Jurassic yang ganas sebenarnya tidak seburuk yang kita kira? Banyak pertanyaan yang hingga saat ini tidak bisa dijawab kalangan ilmuwan, salah satunya ‘Apakah peralatan aluminium itu berasal dari luar Bumi?’.
Pertanyaan ini muncul ketika penelitian pada meteorit memiliki materi aluminium-26 yang kemudian lebur menjadi magnesium-26. Nilai 2 persen pada magnesium alloy di tambang mungkin menunjukkan asal usul aluminium. Penelitian ini juga bisa menjadi bukti tentang adanya beberapa peradaban masa lalu yang tidak diketahui hingga saat ini.
Bagaimana peralatan mesin ini dalam sudut pandang Biologi? Valery Brier berprofesi sebagai peneliti Anomali dan Biologi, dia mengambil sampel mikroskopis pada aluminium dan melakukan serangkaian analisis difraksi X-ray pada logam. Analisis ini menunjukkan bahwa aluminium sangat murni dan mengandung Microimpurities Magnesium berkisar 2-4 persen.
Tak begitu lama setelah temuan alat mekanis di Rusia, ditemukan pula peralatan sejenis pada batuan vulkanik yang diperkirakan berusia 400 juta tahun. Potongan peralatan mesin tua itu ditemukan diwilayah terpencil Semenanjung Kamchatka sekitar 150 mil dari desa Tigil, yang ditemukan oleh arkeolog University of St Petersburg diantara beberapa fosil aneh lainnya. Menurut arkeolog Yuri Golubev, temuan ini sangat mengagumkan dan membuka pemikiran kita bahwa mesin-mesin telah diciptakan jutaan tahun lalu!

Sumber : Indocropcircle
Sangat mungkin manusia sudah hidup di Bumi selama juataan tahun, penemuan fosil dan fragmen lainnya menjelaskan bahwa evolusi manusia bukan dari spesies perimitif seperti yang dijelaskan dalam teori Darwin.
Sampai saat ini, masih banyak peneliti yang mendukung teori Darwin yang ‘mungkin’ hanya bertujuan untuk menggapai popularitas dibalik penemuan kerangka manusia kera ataupun spesies primitif. Tapi bisakah kita mengkategorikan manusia yang menggunakan peralatan batu dan api sebagai manusia kera primitif?
Teori evolusi manusia tampaknya terputus disebabkan penemuan fragmen dan fosil manusia berusia jutaan tahun, mereka juga berkembang ditahun-tahun yang sama dengan manusia kera.
Forbidden Archeology: The Hidden History of the Human Race‘ karya Michael A. Cremo, sebuah buku yang mengungkapkan bahwa manusia modern sudah ada selama jutaan tahun. Ilmu pengetahuan mengungkapkan fakta, prasangka berdasarkan tindakan teori ilmiah saat ini sebagai penyaring yang memberi gambaran prasejarah, yang sebagian besar belum tentu benar.
Evolusi Manusia Primitif Dan Teori Darwin
Tahun 1859, Charles Darwin menerbitkan buku ‘On The Origin of Species‘ yang menyatakan bahwa spesies berevolusi dari waktu ke waktu, perubahan yang dikendalikan melalui seleksi alam.
Teori evolusi ini dianggap kurang rinci dan telah dipertimbangkan sebelum termasuk teori yang dikembangkan kakeknya, Erasmus Darwin.
Ide Erasmus dan gagasan evolusi melalui seleksi alam dianggap hampir sama seperti yang digagaskan Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace.
Manusia Neanderthal, teori darwin
Tahun 1871, Darwin menerbitkan ‘The Descent of Man‘ yang menuliskan teori bahwa manusia berevolusi dari beberapa jenis kera prasejarah. Kemudian Teori Darwin dianggap penting oleh pendukungnya untuk menemukan rantai evolusi yang hilang, termasuk kera yang memiliki karakteristik manusia dan manusia primitif dengan karakteristik mirip kera seperti yang terlihat dalam fosil saat ini.
Manusia Neanderthal ditemukan dilembah Neandertal, Jerman pada tahun 1856, kemudian terus ditemukan diwilayah Eropa, Asia Barat dan timur. Ilmuwan membutuh manusia kera dan primitif untuk diteliti yang kemudian menggambarkan manusia Neanderthal meskipun mereka memiliki otak paling besar seperti manusia saat ini.
Tulang hyoid di tenggorokan mereka secara fisik seperti manusia saat ini (termasuk raksasa, hewan buas berbulu, kera yang berjalan dengan postur membungkuk), semua itu termasuk karakteristik primitif sesuai teori Darwin.
Neanderthal dikatakan spesies manusia primitif tertua yang pernah ditemukan berusia 130,000 tahun yang lulu. Neanderthal yang berusia 350,000 tahun atau bahkan 600,000 tahun dinyatakan oleh beberapa peneliti ‘bukan manusia kera primitif’ dan beberapa penggambaran terlihat seperti orang Eropa modern.
Mengingat bahwa ras manusia modern memiliki beragam karakteristik fisik, tidak ada alasan yang menyatakan bahwa Neanderthal adalah spesies yang terpisah dari manusia modern, dan beberapa antropolog fisik modern telah mengakuinya.
Spesies Manusia Kera Primitif Menurut Teori Darwin
Para pendukung teori Darwin waktu itu menganggap teori ini lebih tertuju pada sesuatu yang lebih primitif, atau lebih mirip spesies kera. Charles Dawson memperoleh beberapa fragmen tengkorak dan tulang rahang yang ditemukan di lubang batu, kota Piltdown-Inggris. Pernyataan Arthur Smith bahwa sisa-sisa fragmen itu asli, mereka berdua menemukan fragmen tulang di daerah Inggris.
Awal tahun 1913, sejumlah peneliti menduga bahwa Manusia Piltdown adalah tipuan, Dawson tertangkap basah melakukan hal semacam ini sebelumnya. Pada tahun 1953 penelitian menunjukkan bahwa Manusia Piltdown menjadi dugaan tengkorak manusia parsial dan tulang rahang orangutan.
Namun pendukung teori Darwin kebanyakan pemikir yang berangan-angan bahwa teori Darwin benar adanya. Kemungkinan besar Dawson berada di balik semua rencana ini, tetapi kemungkinan konspirasi dalam hal sains kemudian menjadi pertimbangan.
Banyak sisa-sisa fragmen dan fosil lain ditemukan, diduga sebagai spesies peralihan antara manusia dan kera, dengan kata lain nenek moyang kera dan manusia versi teori Darwin.
Fosil Tengkorak Manusia Jawa (Pithecanthropus Erectus) yang ditemukan di Solo
Fosil Tengkorak Manusia Jawa (Pithecanthropus Erectus) yang ditemukan di Solo
Salah satunya Pithecanthropus erectus yang ditemukan di Jawa oleh dokter Belanda, Eugene Dubois.
Antara 1891 dan 1893 dia menemukan sebuah tulang kepala, tiga gigi, dan kemudian tulang paha yang diasumsikan dari spesies sama. Tulang kepala diperkirakan berusia 1,8 juta tahun.
Kemudian Pithecanthropus dibagi menjadi spesies yang lebih luas, Homo erectus. Homo Erectus berjalan tegak dan membuat alat-alat dari batu dan menggunakan api.
Homo erectus adalah pengecualian, mereka bukan spesies karakteristik primitif, contohnya tulang alis yang kadang-kadang juga ditemukan pada manusia modern.
Dengan bukti beberapa kerangka yang cukup lengkap dan fosil Homo erectus juga ditemukan di banyak bagian Afrika, Eropa, dan Asia, beberapa diantaranya berusia 1,8 juta tahun.
Berdasarkan tengkorak, antropolog memperkirakan otak Homo Erectus rata-rata 850 cc hingga 1100 cc, lebih kecil dari rata-rata otak manusia modern. Ras modern memiliki berbagai ukuran otak rata-rata sekitar 1150 cc hingga 1364 cc. Ini ukuran otak rata-rata, dan beberapa individu memiliki otak lebih kecil.
Fosil manusia purba lainnya juga ditemukan berbagai peneliti yang cenderung diberi nama spesies baru berdasarkan pada fragmen tulang. Manusia Rhodesian didasarkan pada tengkorak yang cukup lengkap dan beberapa fragmen memiliki ukuran otak 1100 cc.Homo ergaster ditemukan di Asia, memiliki ukuran otak berkisar 700-1100 cc.
Kemudian Manusia Heidelberg ditemukan di seluruh Eropa, rata-rata memiliki tinggi badan 6 meter dengan ukuran otak manusia modern. Begitu juga spesies di Afrika Selatan dengan tinggi badan sekitar tujuh meter. Jadi jelas bahwa ukuran otak fosil-fosil tersebut bukan spesies berbeda dari manusia sekarang, walaupun pendapat ini bertentangan dengan teori Darwin.

agaimana dengan Homo Habilis di Afrika Timur yang hidup sekitar 2,3 juta tahun lalu hingga 1,4 juta tahun lalu?
Antropolog tidak setuju menyatakan Homo Habilis adalah nenek moyang manusia modern.
Ukuran otaknya diperkirakan 590-710 cc, dan peralatan batu telah ditemukan dibeberapa fosil mereka tapi tidak ada bukti bahwa peralatan itu dibuat dan digunakan oleh spesies Homo Habilis.
Beberapa antropolog bahkan mengakui bahwa habilis mungkin jenis yang terpisah dari manusia, dan bahkan mungkin campuran Homo Erectus dan sisa-sisa Australopithecine.
Mungkin spesies ini adalah jenis kera yang sudah punah. Kemudian Australopithecus, fosil yang ditemukan di Afrika berusia 4 juta tahun. Otak mereka berukuran 380-430 cc, dan tulang kaki Australopithecus yang ditemukan mirip kera.
Manusia Modern Sudah Ada Sejak Jutaan Tahun Lalu
Bukti manusia modern ada sejak 430,000 tahun lalu sebagai titik tolak manusia awal melalui desain canggih yang ditemukan diwilayah utara, Jerman. Pendukung teori Darwin menyatakan bahwa Homo Sapiens modern hidup sejak 50 ribu tahun yang lalu.
Sementara peneliti modern menyatakan bahwa nenek moyang manusia sudah hidup sekitar 100 ribu tahun, bahkan sekarang banyak peneliti yang sepakat bahwa manusia mulai berkembang sejak 275 ribu tahun lalu.
Peralatan batu yang ditemukan di Hueytalco-Meksiko berusia 250 tahun, jauh sebelum manusia bermigrasi ke Amerika. Tengkorak manusia ditemukan diwilayah Buenos Aires, Argentina yang berusia 1 juta tahun, dan patung manusia berukuran kecil ditemukan di Nampa-Idaho dalam lapisan bebatuan berusia 2 juta tahun.
Bukti ini jelas menyatakan bahwa ras manusia sudah ada dan hidup berdampingan dengan manusia kera sebagai ras primitif.
Bukti semakin bertambah, fosil-fosial yang ditemukan berusia terkadang lebih tua dari pernyataan evolusi manusia. Kemungkinan manusia modern sudah ada sejak 2,5, atau bahkan 10 juta tahun yang lalu, dimana teori Darwin menyatakan manusia kera hidup ditahun-tahun tersebut.
Teori Darwin, Teori Paling Berbahaya Dari Semua Teori
Teori Darwin yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup bersaing di alam ini melalui seleksi alam, membuat semua manusia terutama ras-ras tertentu merasa terancam.
Sejak teori ini dihembuskan, sejak itu pula secara signifikan manusia semakin berlomba untuk dapat bertahan dengan berbagai cara, terutama melalui peperangan.
Keadaan dunia yang kacau seperti sekarang hanya karena untuk bertahan hidup membuat segala kekacauan bersumber dari teori ini. Mereka beranggapan bahwa suatu ras harus mendominasi agar dapat bertahan hidup.
Padahal yang benar adalah justru yang dominan atau mayoritas harus memelihara dan menjaga yang minoritas. Jadi yang minoritas tak perlu khawatir punah, sedangkan yang dominan tak perlu mengintimidasi dan memusnahkan yang minoritas. Itulah manusia, makhluk yang diberi akal agar saling menjaga, bukan berperang atau saling berlomba memusnahkan!
Tidak hanya itu, secara perekonomian, ideologi, sosial dan politik mereka juga saling mengalahkan dan berusaha untuk bertahan dengan berbagai cara. Teori yang menjerumuskan manusia agar berfikir untuk bertahan ini, membuat para ilmuwan mengkategorikan sebagai “teori paling berbahaya sepanjang masa!”.

Teori Evolusi selama ini dikenal sebagai ide orisinal Charles Darwin. Padahal, pemikiran mengenai seleksi alam yang menjadi dasar teori tersebut berasal dari Alfred Russel Wallace, ilmuwan Inggris pencetus garis Wallacea melalui Laut Sulawesi, yang membatasi fauna dari Asia dan Australia.
Hal tersebut disampaikan Kepala LIPI Profesor Umar Anggara Jenie disaat lokakarya paparan hasil ekspedisi ilmiah Widya Nusantara di Kantor LIPI.
https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/03/Alfred_Russel_Wallace_engraving.jpg/381px-Alfred_Russel_Wallace_engraving.jpg
Alfred Russel Wallace, ilmuwan Inggris pencetus garis Wallacea melalui Laut Sulawesi
Ia mengatakan pendapat mengenai seleksi alam tertuang dalam surat-surat yang dikirimkan Wallace kepada Darwin pada tahun 1858 yang dikenal sebagaisurat dari Ternate.
“Sebagai lembaga yang concern terhadap sains, LIPI harus ikut ngomong,” ujar Umar. Apalagi Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan tahun 2009 yang lalu sebagai the Darwin’s Year.
Ia mengatakan saat ini di Inggris terdapat sekelompok ilmuwan yang meyakini bahwa Wallace pantas disejajarkan dengan Darwin, bahkan beberapa lembaga penelitian sudah mendampingkan foto keduanya untuk memberikan penghargaan terhadap lahirnya Teori Evolusi.
Jika hal tersebut benar, pemikiran mengenai teori evolusi lebih dulu lahir dari Ternate daripada Galapagos. Peran Wallace pernah dibahas dalam sebuah simposium di London pada Desember 2008.
Simposisum ini diselenggarakan Yayasan Wallacea yang kini diketuai Profesor Sangkot Marzuki, Direktur Lembaga Penelitian Eijkman.
Makassar channel (Wallace channel type)
Makassar channel (Wallace channel type)
Menurut Umar, sejarah di balik lahirnya teori-teori ilmiah seperti ini penting untuk dipelajari apalagi dekat dengan bangsa Indonesia. Dengan kenakaragaman hayati yang sangat besar, Indonesia telah terbukti melahirkan para ilmuwan-ilmuwan besar.
Charles Robert Darwin mencetuskan teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya.
Ekspedisi Widya Nusantara merupakan salah satu kegiatan penelitian ilmiah yang dilakukan LIPI untuk mengungkap lebih dalam keragaman hayati di Indonesia.
Kegiatan penelitian ini telah dilaksanakan hingga tahun 2009 di Raja Ampat hingga Manado.
Wilayah Raja Ampat telah diketahui sebagai kawasan dengan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi dan diyakini menyimpan jejak sejarah penyebaran makhluk hidup di Indonesia.
“Tidak tertutup kemungkinan hasil-hasil ekpesdisi E-Win dibawa dalam simposium sebagai satellite simposium lebih besar,” tandas Umar
“Tapi jangan di Jakarta, mungkin di Ternate sebagailand of Wallace,” Umar menambahkan. 

Misteri Meteorit Membawa Alien

Masih sebuah misteri apakah alien ada atau tidak, namun begitu mubazirnya Tuhan membuat alam semesta ini sangat maha lebar sekali tanpa batas. Sedangkan dalam ajaranNya, sesuatu yang mubazir itu tidak baik.
Nah, beberapa waktu lalu, keberadaan alien ditemukan. Alien yang dimaksud bukanlah makhluk yang mempunyai inteligen yang tinggi ataupun kepintarannya sekelas binatang, namun sejenis cacing yang amat kecil sebesar bakteri, yang tetap juga dinamai alien, bahkan sebenarnya disebut E.T (Extraterrestrial life) atau kehidupan ekstraterestrialnamun pasti akan menambah bingung dari sebelumnya, alien.
Selama kehidupan ekstraterestrial didefinisikan sebagai kehidupan yang tidak berasal dari planet bumi dan secara biologis itu adalah makhluk hidup, maka tetap akan dinamai alien atau E.T. (Extraterrestrial life)
Seorang peneliti dari NASA mengklaim telah menemukan bukti adanya makhluk angkasa luar (alien). Laporan yang ditulis Richard Hoover yang dipublikasikan di Journal of Cosmology, Jumat (4/3/2011), memuat foto makhluk semacam cacing berukuran mikroskopik.
Dia menyatakan telah menemukan fosil amat kecil pada meteorit. Dari fragmen yang dibawa Hoover tampak beberapa tipe meteorit kondrit karbon (carbonaceous chondrite) yang merupakan materi dengan kandungan air dan materi organik relatif tinggi.
Penemuan tersebut memancing optimisme sekaligus skeptisisme dan kini diteliti oleh 100 ilmuwan. Hoover menyimpulkan, bakteri yang menjadi fosil tersebut bukan hasil kontaminasi dengan bumi, melainkan sisa-sisa makhluk hidup yang memfosil yang pada mulanya hidup di komet, bulan, dan bintang.
*****

“There’s over 200 billion Galaxies in this Universe with like a trillion stars in them. And so many stars that scientists have discovered have a solar systems. It would be crazy to anyone to think that there are no other life forms out there.”

Inilah 10 Teknologi Modern Yang Sudah Ada Sejak Zaman Kuno

Banyak orang lupa atau malas menccari tahu, bahwa banyak teknologi modern yang baru terkenal pada masa kini, sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun hingga ribuan tahun yang lalu.
Pada masa kini, kita berada dalam zaman modern dimana teknologi sangat inovatif dalam berbagai aspek kehidupan. Begitu banyaknya informasi dan pemberitaan tentang teknologi yang semakin maju pada masa sekarang itu, mambuat banyak diantara kita tak tahu bahwa teknologi tersebut sudah ada sejak lama.
Namun seperti semua orang tahu, bahwa penemu awal sebuah teknologi pastinya sangat sederhana, dan masih ada beberapa ketidaksempurnaan, tapi tetap saja mereka adalah sebagai penemu, bukan peniru atau penyempurna dari teknologi itu seperti para saintis dan ilmuwan pada masa kini.
Berikut kami sajikan teknologi modern yang sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun hingga ribuan tahun yang lalu.

10. Penyembur Api (Flamethrower)

Secara resmi, alat seperti senapan penyembur api yang pada masa kini bernama ‘Flamethrower‘ telah ditemukan oleh Richard Fielder pada tahun 1901. Diketahui sebelumnya, bahwa Flamethrower digunakan kali pertama pada Perang Dunia-I.
Alat penyembur api ini dapat digunakan sebagai senjata dan memakai bahan mudah terbakar yang berasal dari petroleum atau minyak bumi. Pada masa Perang Dunia-II, pemakaian petroleum menjadi meluas sebagai bahan pembakar untuk “bom api” yang pada masa Perang Dunia-II dipakai untuk Perang Vietnam yang dikenal juga sebagaiNapalm Bomb.
Namun, 1,300 tahun sebelumnya, ternyata kerajaan Byzantine atau Bizantium sudah menggunakan senjata pembakar unik ketika itu, serta sangat mematikan. Senjata itu pada masa kini persis seperti ‘Flamethrower’.
Tapi pasda masa itu, tentara kerajaan Bizantium biasanya memakai senjata pemyembur api ini untuk tujuan membakar kapal musuh. Begitu panasnya dan mematikan, senjata ini memiliki julukan sebagai senjata yang dapat ‘membakar air’, yang dikenali pada masa kini sebagai Greek Fire.
Flamethrower (kiri) Greek Fire (kanan)
Flamethrower (kiri) Greek Fire (kanan)
line up

9. Bedah plastik

Pembedahan plastik modern, kali pertama diperaktekkan oleh Sir. Harold Gillies pada tahun 1917 silam. Kala itu, Harold Gillies menggunakan pembedahan plastik untuk menyembuhkan muka Walter Yeo. Pasiennya tersebut adalah seorang yang cedera akibat terkena luka bakar ketika terjadi Perang Dunia-I.
Namun, jika dijejaki jauh sebelumnya, pembedahan plastik bermula digunakan sejak 3,000 tahun sebelum Masehi, mereka adalah orang-orang Mesir purba.
Peradaban Mesir kuno pada kala itu memberlakukan pemotongan hidung bagi seorang pencuri. Maka sebagian dari para ahlinya pada zaman itu, ternyata telah menggunakan teknologibedah plastik untuk memperbaiki kembali hidung mereka yang dipotong akibat mencuri.
Bedah plastik atau cometic-surgery pada masa kini (kiri) dan pada masa Mesir kuno (kanan)
Bedah plastik atau cometic-surgery masa kini (kiri) dan masa Mesir kuno sejak 3000 tahun sebelum masehi (kanan)
line up

8. Mesin layan diri (Vending machine)

Mesin mekanik sebagai penjual produk dengan cara layan diri secara otomatis dengan memasukkan koin dan kemudian dapat mengeluarkan apa yang dijual, kali pertama diperkenalkan pada abad ke 19.
Mesin pertama itu digunakan untuk dapat mengeluarkan kartu pos (post card) dan juga buku secara otomatis dengan cara, jika dimasukkan koin dan menekan tombol maka kartu pos akan keluar.
Namun teknologi mesin layan diri dengan sistim kerja mirip seperti ini pernah digunakan sejak 2,000 tahun lalu, dimana kala itu seorang ahli fisika dari Yunani membuat suatu mesin yang dapat menerima koin untuk dapat mengeluarkan ‘holy water’ di dalam sebuah Gereja.
Alat ini dibuat karena air ‘holy water’ cepat habis akibat diambil seenaknya. Selain tempat asal air itu jauh,  mereka juga ingin agar orang-orang menjadi lebih disiplin dan menghargainya.
Oleh karena itu, kemudian setiap orang harus membayar dengan koin jika menginginkan air itu. Selain menjadi tertib dan tak cepat habis, juga adil karena mereka yang telah membayar akan mendapatkan air yang jumlahnya sama dan tidak lebih dari takaran.
Mesin layan diri otomatis dengan koin di tahun 1960=an (kiri) dan mesin layan diri dengan koin dari masa lalu (kanan)
Mesin layan diri otomatis dengan koin di tahun 1960=an (kiri) dan sistim mekanik dari mesin layan diri dengan koin dari masa 2000 tahun lalu (kanan)
line up

7. Jam Pengingat (Jam Alarm)

Kredit untuk teknologi jam dengan alarm sebagai pengingat waktu biasanya diberikan kepada Levi Hutchins, yang telah berhasil membuat suatu jam yang bisa mengingatkannya dengan cara berbunyi pada setiap hari di tahun 1787 silam.
Jam dengan bunyi alarm sebagai pengingat waktu itu, di setting oleh Levi Hutchins agar dapat berbunyi pada setiap jam 4 pagi.
Namun jauh sebelumnya, yaitu pada tahun 440 sebelum Masehi, seorang ahli filsafat dari Yunani bernama Plato, telah berhasil menciptakan dan menggunakan jam air untuk dapat mengejutkannya pada setiap pagi hari, dan berguna agar ia tak terlambat pergi kuliah.
Jam mekanik dengan alarm pada masa kini (kiri) dan jam dengan alarm pada masa lalu (kanan)
Jam mekanik dengan alarm pada masa kini (kiri) dan mekanika jam dengan alarm pada masa lalu (kanan)
line up

6. Alat Pendeteksi Gempa Bumi

Pada tahun 1897 silam, seorang saintis dari Filipina bernama Cecchi, telah berhasil menciptakan sebuah alat yang berguna sebagai pendeteksi gempa bumi atau yang pada masa kini disebut sebagai seismograph.
Namun ternyata teknologi untuk dapat mendetaksi gempa bumi sudah mulai digunakan hampir 2,000 tahun yang lalu. Pencipta alat itu beradal dari China, yang bernama Zhang Heng. Ia berhasil menciptakan seismograph pertama pada tahun 132.
Alat mekanik dengan wadah yang berbentuk mulut-mulut naga dimasukkan bola-bola besi di dalamnya. Jika terjadi gempa bumi, maka akan terjadi goncangan pada buni, akibatnya satu bola atau lebih akan keluar dan jatuh dari mulut-mulut naga.
Hal itu sekaligus menandakan bahwa telah terjadi suatu gempa bumi di dekat alat tersebut diletakkan.  Alat Zhang Heng telah teruji dan berhasil mendeteksi gempa bumi hingga sejauh 2,500 km dari wilayah Gansu selepas enam tahun ia menciptakan alat itu.
Sistim mekanik seismograph pada tahun 1897 silam (kiri) dan sistim mekanik seismograph pertama ciptaan Zhang Heng di tahun 132 masehi (kanan).
Sistim mekanik seismograph pada tahun 1897 silam (kiri) dan sistim mekanik seismograph pertama ciptaan Zhang Heng di tahun 132 masehi (kanan).
line up

5. Pintu Otomatis

Pintu otomatis diciptakan untuk dapat menyelesaikan masalah terhadap pintu jenis sebelumnya, yang sempat ngetop di era tahun 40-50an, yaitu pintu yang berbentuk bulatan dan dapat bergerak berputar atau biasa disebut revolving-door.
Tapi, ternyata pintu ‘revolving-door’ berbentuk bulatan dan dapat bergerak berputar itu, sangat bermasalah jika terkena angin. Ketika cuaca berangin, maka pintu jenis bulat itu akan ‘dikunci’ agar tak berputar terus-menerus, akibatnya pengunjung hotel atau mall tak dapat keluar masuk dengan leluasa.
Kemudian pada tahun 1954 silam, dua orang pengusaha Amerika Serikat bernama Dee Horton dan Lew Hewitt telah menciptakan pintu otomatis untuk menyelesaikan masalah terhadap pintu jenis revolving-door.
Namun, ternyata pintu otomatis pertama telah diciptakan pada tahun 50 sebelum masehi yang berhasil diciptakan oleh Hero of Alexandria. Ia telah mencipta sebuah pintu otomastis untuk kuil. Apa yang menarik adalah, untuk membuka pintu kuil tersebut, seorang agamawan hanya perlu menyalakan api di altar kuil.
Dengan panas yang dihasilkan dari api, maka dorongan panas itu disalurkan pada mekanik di pintu kuil, mirip azas kerja ketel uap. Maka pintu akan terbuka secara otomatis dan hal ini telah diterapkan pada tahun 50 sebelum masehi.
Pintu otomatis masa kini (kiri) dan pintu otomatis yang digerakkan oleh uap air (kanan)
Pintu otomatis masa kini (kiri) dan pintu otomatis yang digerakkan oleh uap air pada tahun 50 sebelum masehi (kanan)
line up

4. Baterai

Sejarah penciptaan baterai biasanya selalu dikaitkan dengan seorang saintis asal Itali pada abad ke 18, bernama Luigi Galvani. Awalnya, Galvani mendapati ketika ia bereksperimen dengan dua kaki katak yang mati.
Ia mencoba memotong dua buah kaki seekor katak mati. Lalu ia menyambungkan seuntai kabel pada bagian kedua ujung kaki kanan dan kaki kiri pada katak mati itu.
Kemudian  pada kedua ujung kaki lainnya, yaitu bagian pangkal kaki katak, masing-masing ia kaitkan dengan seutas kawat. Lalu kedua ujung kawat itu ia buat agar saling bersentuhan, maka kedua kaki katak mati itu akan bergerak. Hal ini menunjukkan adanya muatan listrik atau elektrik.
Tak sadar, kaki katak yang ia rangkai bagaikan baterai yang dipasang seri. Maka rangkaian baterai yang dianggap sebagai penciptaan baterai pertama dengan tak sengaja, telah ia buat.
Terinspirasi dari penemuan Galvani, ahli fisika yang bernama Alessandro Volta akhirnya berhasil menciptakan sebuah baterai pertama pada tahun 1799 dan sekaligus sebagai pencipta baterai pertama di dunia. Untuk menghormatinya, maka nama akhir “Volt”, menjadi angka satuan untuk tegangan listrik hingga kini.
Namun hampir dua abad kemudian yaitu pada tahun 1983, beberapa ahli arkeologi telah menemukan suatu bentuk mirip kendi dari tanah liat di Baghdad, yang dalamnya mengandung silinder copper dan batang besi. Ahli arkeologi berpendapat bahwa ini adalah baterai yang kemudian dikenal sebagai “Baghdad Battery” yang digunakan sejak tahun 200 sebelum masehi.
Baterai ciptaan Volta (kiri) dan baterat Baghdad (kanan)
Baterai ciptaan Volta (kiri) dan baterai Baghdad (kanan)
line up

3. Komputer

Mesin yang mempunyai kompleksitas penghitungan seperti komputer, dibuat pada tahun 1834 oleh saintis bernama Charles Babbage. Mesin ini dikenal sebagai mesin komputer mekanikal pertama yang dapat berfungsi dan menghitung dalam hal matematika.
Kemudian pada awal tahun 1900-an, telah ditemukan artefak yang diduga bagian dari sebuah mesin misterius kompleks dan telah berusia 2,000 tahun, yang dinamai sebagai “Antikythera”.
Bagian dari mesin yang ditemukan tersebut, berupa gir-gir bergerigi kecil yang saling berkaitan, yang ditemui di dalam suatu bangkai kapal. Selama lebih dari 100 tahun, banyak ilmuwan tertanya-tanya, apa kegunaan sebenarnya dari mesin yang terlihat kompleks ini?
Pada hari ini, mesin tersebut diteorikan sebagai bagian dari sebuah komputer analog pada masa lalu yang diciptakan oleh peradaban Yunani kuno yang berguna untuk menentukan posisi astronomi, gerhana dan juga penanggalan Olimpic.
Komputer masa lalu (kiri) dan artefal Antikythera (kanan)
Komputer pada masa lalu sekitar tahun awal 1900-an (kiri) dan artefak Antikythera yang diyakini para ilmuwan sebagai bagian dari sebuah komputer pada masa Yunani kuno sekitar 2000 tahun lalu (kanan)
line up

2. Death Ray

Pada 2007 lalu, tentera AS mempertlihatkan senjata terbaru bernama Active Denial System. Senjata pamungkas itu dapat mengeluarkan pancaran sinar yang sangat panas hingga dapat menyebabkan sasaran atau target mencapai kepanasan sehingga ribuan derajat Celcius.
Senjata canggih ini adalah pengembangan dari temuan Nikola Tesla. Senjata yang mengeluarkan sinar jenis laser tersebut, kini dikenal secara awam sebagai “The Death Ray”.
Namun pada tahun 212 sebelum masehi, ahli fisika Archimedes pernah menciptakan azas kerja senjata mirip “Death Ray” kuno pada masa lalu yang juga menggunakan panas.
Archimedes menggunakan plat tembaga cekung seperti parabola yang telah digosok sedemikian rupa hingga mengkilap, untuk dapat memancarkan cahaya matahari kepada kapal-kapal musuh sehingga menyebabkan kapal-kapal itu terbakar.
Pada 2004 lalu dalam program acara televisi Mythbusters, mencoba membuat kembali alat yang diciptakan oleh Archimedes itu. Namun tidak berhasil mencapai suhu 593 derajat Celcius, suhu yang diperlukan untuk dapat membakar kapal.
Namun setahun setelahnya, para peneliti di Universitas MIT berhasil membakar sebuah kapal kayu dengan alat yang pernah dibuat Archimedes itu, setelah 10 menit memantulkan cahaya matahari kepadanya.
Death ray weapon
Death Ray Weapon yang dapat memancarkan sinar laser yang sangat panas pada sekitar tahun 2007 dipasang diatas kendaraan (kiri), dan Death Ray tempo dulu yang diciptakan oleh Archimedes dari panas matahari yang dapat membakar kapal (kanan)
line up

1. Robot

Robot adalah alat untuk dapat bergerak secara otomatis melalui tuas-tuas seperti mesin dan dapat diperintah sesuai apa yang telah diprogram. Robot elektronik yang bergerak otomatis, kali pertama diciptakan oleh William Grey Walter pada tahun 1948. Robot itu memiliki mekanik seperti kura-kura (mechanical turtles) dan mampu kembali lagi ke tempat awalnya, apabila daya baterainya semakin berkurang.
Namun ternyata, wujud robot telah terlihat sejak 2.000 tahun sebelum penemuan itu. Seorang insinyur Yunani bernama Hero of Alexandria telah mencipta suatu mesin otomatis yang dapat bergerak sendiri dan membuat sebuah pertunjukan teater kepada penonton.
Robot-robot ini dapat diprogram untuk membuat arahan-arahan dan gerak tertentu. Apa yang menarik adalah, penggerak robot-robot yang dicipta oleh Hero of Alexandria itu adalah tekanan uap air. (©IndoCropCircles.com).
robot masa lalu
Robot “mechanical turtles” pada sekitar tahun 1948 (kiri), dan robot tempo dulu yang diciptakan oleh Hero of Alexandria yang digerakkan oleh tekanan uap air (kanan)
Itulah 10 teknologi yang populer pada masa modern ini, tapi sebenarnya sudah ditemukan pada masa lalu walau masih menggunakan material yang sangat sederhana, namun memiliki konsep yang mirip seperti alat yang terkini. Wajar saja jika alat-alat tersebut diatas jauh dari sempurna, karena pada kala itu teknologi belum modern dan secanggih seperti sekarang.
Copyright © 2013 an.pathti